Review Buku Novel Please Look After Mom

Review Buku Novel Please Look After Mom

Review Buku Novel Please Look After Mom – Halo semuanya, akhir-akhir ini saya menemukan buku yang sangat fantastis. Buku novel yang berjudulkan Please Look after Mom ini seperti permata di antara arang atau apalah ungkapan itu. Menurutku buku ini cukup bagus dan memberikan adrenalin emosi yang benar benar dapat membuatmu teringat ingat akan isi cerita buku ini selama berhari-hari. 

Buku ini sangat spesial dan setelah saya membaca buku ini, saya merasakan sedikit perasaan, seperti nostalgia dan ingatan akan hubungan saya dengan keluarga dan ibu tentunya.

Buku ini berlatar belakang negeri Korea, sedikit agak berbeda dengan sedikit banyak novel yang kubaca selama ini. Mungkin salah satunya novel yang ditulis orang Korea yang kubaca sebelum novel ini adalah novel yang berjudulkan “in order to live” yang menceritakan perjalanan hidup seorang gadis yang melarikan diri dari Korea Utara. Ok, tapi buku ini berbeda, buku ini memiliki genre yang berbeda, jadi sebenarnya tidak bisa kita bandingkan, dan sangat tidak bijak jika kita membandingkan karya novel seseorang dengan karya orang lainnya. Novel ini memiliki keistimewaannya, begitu juga dengan novel orang lain. Setiap novel memiliki keindahannya masing-masing.

Cerita pada buku ini bermulai ketika seorang ibu-ibu yang berumur sekitaran 70-an tahun menghilang di stasiun kereta api di Seoul, Korea. Keluarganya, terutama anak-anaknya yang berjumlahkan 5 orang yang cukup dewasa ditambah dengan suaminya. Mereka mencari-cari ibu mereka di stasiun tersebut, sekitaran stasiun, dan tentu dengan kondisi seperti ini, mereka akan mulai menyalahkan masing-masing karena tidak lebih memperhatikan ibu mereka.

Buku ini memiliki 4 sudut pandang, dimana diantaranya adalah dari anak perempuannya yang paling besar, anak laki-lakinya yang paling besar, suaminya dan ibunya sendiri.

“You were the one who always hung up first. You would say, “Mom, I’ll call you back,” and then you didn’t. You didn’t have time to sit and listen to everything your Mom had to say…”

“Mom was the kitchen and the kitchen was Mom. You never wondered, did Mom like being in the kitchen?”

Setelah membaca buku ini, aku sedikit banyak mengingat ibu, betapa keras kepalanya aku dulu, dan sering membantah ucapannya, semua kulakukan dan sekarang aku belum bisa membahagiakannya. Namun aku mengerti, betapa besarnya cinta ibu, dan setelah membaca buku ini, aku sedikit banyak mengerti posisi ibu, cinta ibu kepada saya, kepada anak-anak mereka, mengenai cinta ibu kepada anak-anak mereka yang melebihi apapun.

Buku ini memang akan sedikit membosankan disedikit sisi, namun beberapa babak akan membuat kita mengerti apa yang dirasakan ibu dalam cerita ini, mengenai cinta ibu tersebut kepada anaknya, mengenai kehidupan sehari-harinya, bagaimana hubungannya dengan suaminya, serta bagaimana hubungannya dengan anak perempuannya yang sangat egois. Buku ini akan membuka lembaran-lembaran kehidupan yang tidak diketahui anak-anaknya, suaminya, dan ketika cerita terpusat kepada ibunya, maka kita akan mendapatkan gambaran penuh tentang kehidupan yang dijalaninya, mungkin.

Buku ini sangat sangat sedih untuk dibaca, kalau anda sudah lama tidak nangis bombay, saya sangat merekomendasikan buku ini untuk anda baca. Aku tidak bisa berhenti membaca, khususnya ketika cerita dalam buku ini mencapai akhirnya. Penerjemah dalam buku novel ini juga sangat patut diacungi jempol karena tidak membuat gaya bahasa dan cerita dalam novel ini menjadi garing. Buku yang sangat bagus, khususnya bagi mereka yang cinta dengan ibunya.

NB: Jika anda ingin order buku ini dari saya (versi bahasa inggris), anda dapat add saya di WA: 082288130012. Terima kasih.

Previous Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply