Jujur saja, awal mula saya memutuskan untuk meminang It’s Not Her karya Mary Kubica ini bukan karena sengaja mencari di toko buku fisik. Waktu itu, saya lagi scrolling media sosial sambil nunggu kopi dingin, dan muncul iklan buku ini di feed saya. Sampulnya yang misterius dengauansa gelap langsung menarik perhatian saya. Saya memang penggemar berat genre thriller psikologis, jadi ketika melihat nama Mary Kubica—penulis yang sudah sering bikin saya kena mental lewat buku-bukunya—saya langsung gercep buat beli.
Pas buku ini sampai di rumah, saya sempat menunda membacanya selama beberapa hari karena tumpukan buku yang sudah menanti di meja kerja. Namun, akhirnya di suatu malam minggu yang tenang, saya memutuskan buat buka halaman pertama. Dan ya, satu bab saja cukup bikin saya terjebak. Ternyata, pengalaman membaca buku ini jauh lebih seru daripada yang saya bayangkan. Kalau kalian lagi cari bacaan yang bisa bikin lupa waktu, kalian harus banget cek Bukureview untuk tahu rekomendasi buku-buku menegangkan laiya yang selevel dengan ini.
Sinopsis Singkat It’s Not Her
It’s Not Her menceritakan kisah yang sangat personal dan traumatis. Fokus utamanya adalah tentang seorang wanita bernama Heidi Wood yang hidupnya tampak tenang-tenang saja sampai dia memutuskan untuk membawa pulang seorang remaja perempuan ke rumahnya. Remaja ini adalah anak dari tetangganya yang meninggal secara tragis. Masalahnya, kehadiran gadis ini justru mulai merusak keseimbangan hidup keluarga Heidi. Anak Heidi mulai merasakan keanehan, suaminya mulai curiga, dan perlahan-lahan rahasia kelam mulai terkuak.
Ini bukan sekadar cerita tentang menampung anak terlantar, tapi tentang ketidakpercayaan, masa lalu yang kembali menghantui, dan bagaimana satu keputusan baik bisa berujung pada kekacauan yang tak terduga. Plot yang dibangun Kubica sangat rapat, seolah-olah dia sedang menyembunyikan sesuatu di balik setiap kalimatnya.
Mengapa Buku Ini Layak Jadi Koleksi Thriller Kalian?
Banyak pembaca di Goodreads memberikan ulasan positif karena kemampuan Kubica dalam membangun ketegangan. Salah satu pengulas menyebutkan bahwa “pacing” atau tempo cerita di buku ini sangat pas. Tidak terlalu lambat di awal, dan tidak terburu-buru saat mencapai klimaks. Bagi kalian yang baru ingin masuk ke dunia literasi menegangkan atau sekadar mencari topik yang saya kirimkan dalam hal review buku thriller, karya ini adalah titik awal yang sempurna.
Berikut adalah beberapa poin mengapa buku ini berhasil memikat banyak pembaca:
1. Karakter yang Tidak Hitam-Putih
Mary Kubica memang ahli membuat karakter yang abu-abu. Heidi Wood bukan pahlawan tanpa cacat, dan remaja yang dia bawa pulang juga bukan sekadar korban yang polos. Dinamika antara karakter-karakter ini terasa sangat nyata dan manusiawi. Kita tidak pernah benar-benar tahu siapa yang harus didukung sampai halaman terakhir.
2. Plot Twist yang Tidak Terduga
Namanya buku thriller, tentu tidak sah kalau tidak ada plot twist. Kubica memberikan kejutan yang cukup telak di pertengahan cerita yang membuat saya harus membaca ulang beberapa halaman sebelumnya untuk memastikan saya tidak salah tangkap. Ini tipe buku yang akan membuat kalian merasa “bodoh” karena tidak bisa menebak arah ceritanya sejak awal.
3. Atmosfer yang Menekan
Penulis sangat mahir menggunakan kata-kata untuk membangun perasaan tidak nyaman. Suasana rumah Heidi yang tadinya hangat perlahan berubah menjadi mencekam, dan rasa paranoid yang dirasakan karakternya akan menular ke pembaca. Kalian akan sering merasa ada yang salah, meskipun tidak bisa menjelaskan apa itu secara pasti.
Sedikit Catatan Kritis
Meskipun saya sangat menikmati buku ini, bukan berarti tidak ada celah. Ada beberapa bagian di tengah cerita yang menurut saya sedikit repetitif dalam menjelaskan perasaan Heidi terhadap situasinya. Terkadang, Kubica terlalu bertele-tele dalam memaparkan keresahan sang tokoh utama. Namun, hal ini tidak sampai merusak keseruan secara keseluruhan. Bagi sebagian pembaca, mungkin ini bisa jadi momen “napas” sebelum masuk ke babak yang lebih mendebarkan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, It’s Not Her adalah sebuah karya thriller psikologis yang solid dan sangat direkomendasikan. Mary Kubica sekali lagi membuktikan bahwa dia tahu betul cara memainkan psikologi pembacanya. Kalau kalian mencari buku yang bisa membuat kalian bertanya-tanya, “Bagaimana kalau ini terjadi padaku?”, maka buku ini wajib masuk ke daftar bacaan kalian bulan ini.
Buku ini tidak hanya menghibur, tapi juga meninggalkan kesan mendalam tentang sejauh mana seseorang harus bertindak demi kebenaran dan keluarga. Siapkan kopi yang banyak dan pastikan pintu rumah terkunci rapat sebelum mulai membaca, karena kalian mungkin akan terbawa suasana sampai lupa waktu!
“description”: “Foto estetik sebuah buku thriller berjudul It’s Not Her dengan latar belakang meja kayu gelap, secangkir kopi hangat, dan suasana kamar yang remang-remang misterius. Kualitas 800×600, resolusi tinggi, kesan dramatis.”,
“filename”: “its-not-her.jpg”
}
KEYWORD: It’s Not Her oleh Mary Kubica
