Sejujurnya, saya menemukan buku ini saat sedang scrolling marketplace buku bekas di jam 2 pagi. Niat hati cuma mau lihat-lihat novel thriller, eh, mata saya malah tertuju pada cover Backstabbers karya Eliza Jabore. Jujur, desain covernya punya vibe misterius yang langsung narik perhatian. Setelah baca sinopsis singkat di belakang sampul yang penuh dengan janji-janji intrik kelas atas, jempol saya pun dengan reflek menekan tombol beli. Pas paketnya sampai, saya nggak langsung baca, tapi ditaruh di meja kerja buat “teman” minum kopi sore. Ternyata, begitu mulai baca bab pertamanya, rencana cuma baca dua bab malah kebablasan sampai subuh.
Membahas genre thriller psikologis memang nggak ada habisnya, apalagi kalau topiknya menyentuh ranah pengkhianatan dan dinamika lingkungan kerja yang beracun. Kalau kalian sedang mencari referensi bacaan serupa, kalian bisa cek beberapa koleksi menarik laiya di topik yang saya kirimkan untuk menambah wawasan literasi kalian.
Mengenal Dunia Backstabbers: Ketika Ambisi Berujung Petaka
Backstabbers menceritakan tentang lingkungan kantor yang glamor namun penuh dengan belati di balik punggung. Eliza Jabore berhasil meramu cerita di mana setiap karakter memiliki agenda tersembunyi. Tokoh utamanya terjebak dalam pusaran intrik yang bukan hanya soal naik jabatan, tapi soal bertahan hidup di antara orang-orang yang senyumnya manis tapi pikiraya licik.
Konflik utama bermula dari sebuah proyek besar yang harus dijalankan oleh sekelompok orang yang saling membenci namun dipaksa untuk bekerja sama. Eliza Jabore dengan cerdik membangun ketegangan perlahan (slow-burn) yang bikin pembaca terus menerka-nerka: siapa yang akan menusuk siapa duluan?
Kenapa Buku Ini Layak Masuk Rak Buku Kamu?
Banyak pembaca di situs seperti Goodreads memberikan apresiasi tinggi pada kemampuan Jabore dalam menulis dialog yang tajam. Salah satu reviewer menyebutkan bahwa karakter-karakternya terasa sangat nyata, terutama bagaimana mereka menutupi niat jahat dengan profesionalitas semu. Ini adalah tipe buku yang bikin kita paranoid sendiri setelah membacanya, terutama kalau kita juga bekerja di lingkungan korporat.
Dalam dunia literasi modern, menemukan buku yang mampu menjaga ritme dari awal sampai akhir itu sulit. Namun, Backstabbers berhasil melakukaya. Jika kalian sering berkunjung ke Bukureview, kalian pasti tahu kalau saya jarang memberikan pujian untuk buku dengan plot yang mudah ditebak. Tapi, di buku ini, twist yang ditawarkan Eliza Jabore cukup bikin saya bilang, “Wah, gila sih ini.”
Kritik Membangun: Apa yang Masih Bisa Ditingkatkan?
Bukan berarti buku ini sempurna tanpa cela. Ada beberapa bagian di tengah cerita di mana pengembangan karakter sampingan terasa agak bertele-tele. Kadang, fokusnya sempat melenceng dari konflik utama. Bagi pembaca yang suka cerita dengan tempo super cepat, mungkin ini akan terasa sedikit membosankan. Namun, bagi saya, detail-detail kecil ini sebenarnya membantu memperdalam latar belakang mengapa mereka menjadi sosok yang manipulatif.
Transisi antar sudut pandang karakter juga sesekali terasa membingungkan, terutama kalau kita lagi baca dalam keadaagantuk. Tapi secara keseluruhan, eksekusinya tetap jauh di atas rata-rata novel thriller standar yang beredar di pasaran saat ini.
Pesan Moral di Balik Sisi Gelap
Di balik semua intrik dan pengkhianatan, Backstabbers sebenarnya memberikan cermin yang jujur tentang dunia profesional. Buku ini mengajak kita mempertanyakan kembali batas antara ambisi dan integritas. Apakah kita harus menghancurkan orang lain demi mencapai puncak karier? Atau, mungkinkah ada cara untuk tetap berada di puncak tanpa harus menjadi “backstabber” itu sendiri?
Jabore tidak mencoba menggurui. Dia hanya menyodorkan skenario yang brutal dan membiarkan pembaca mengambil kesimpulaya sendiri. Itulah nilai lebih dari buku ini; ia tidak hitam-putih. Karakter antagonisnya pun punya alasan yang bisa kita pahami—meskipun caranya tentu saja salah besar.
Kesimpulan
Kalau ditanya apakah buku ini layak dibeli? Jawabaya: mutlak iya. Backstabbers oleh Eliza Jabore adalah persembahan yang solid bagi penggemar genre thriller psikologis yang bosan dengan alur klise. Penulis berhasil membungkus kritik sosial tentang dunia kerja dalam balutan cerita yang mencekam.
Jangan harap kamu bisa tidur nyenyak setelah membaca bab pertengahan, karena buku ini akan terus menghantui pikiranmu. Pastikan kamu siap dengan kejutan-kejutan yang disiapkan Eliza di sepanjang jalan cerita. Bagi saya pribadi, ini adalah salah satu bacaan paling intens tahun ini yang benar-benar memberikan kepuasan tersendiri saat menutup halaman terakhirnya.
KEYWORD: Backstabbers
